Tempat-tempat terkenal di Jepang yang Digambarkan dengan Kari

Unik dan lezat, karya-karya kari ini memperkenalkan sejumlah destinasi terpopuler di Jepang!

Wilayah Chugoku & Shikoku

Kari Miyajima: Salah Satu dari Tiga Panorama Jepang

Menjadi salah satu dari "Tiga Panorama Jepang", gerbang torii merah di Kuil Itsukushima, Prefektur Hiroshima adalah destinasi yang berkesan. Tampak seperti mengapung di air saat ombak pasang, torii berwarna merah terang ini memiliki tinggi 16 meter, dan kita dapat berjalan kaki menuju bangunan ini saat ombak sedang surut. Karena nilai religius dan kultural yang dimilikinya, kuil ini telah terpilih sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Bangunlah pondasi gerbang torii dengan menggunakan wortel. Gunakan udang goreng tepung dan sosis ikan untuk membuat pilar dan palangnya. Bila mau Anda dapat menjadikan warna merahnya lebih terang dengan cabai. Gunakan rumput laut sebagai atapnya. Letakkan gundukan nasi di sisi seberang piring. Buat dua ekor rusa di atas nasi menggunakan hot dog untuk badannya dan serpihan jamur maitake sebagai tanduknya. Sebagai sentuhan akhir, lengkapi lanskap dengan genangan kari di sisi torii pada piring untuk menggambarkan torii yang mengapung di atas kari.

Wilayah Hokuriku, Koshin'etsu, Kanto & Tokai

Kari Gunung Fuji: Simbol Jepang

Tak diragukan lagi, Gunung Fuji adalah salah satu simbol Jepang yang paling banyak dikenali. Gunung yang dianggap suci dan menjadi destinasi para pendaki ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO di tahun 2013. Diapit oleh Prefektur Shizuoka dan Yamanashi di kedua sisinya, gunung yang megah dan memiliki bentuk simetris yang indah ini dapat dilihat dari nyaris seluruh wilayah Jepang.

Karya agung kari ini terbuat dari nasi dalam jumlah besar (sekitar 1,5 kg!). Ciptakan lereng simetris Gunung Fuji dengan meletakkan nasi putih sebagai puncak bersalju di atas tumpukan nasi beraneka warna. Untuk sisi gunung yang terletak di Prefektur Yamanashi, gunakan bahan yang memiliki warna merah dan ungu seperti acar shibazuke, lobak daikon dengan daun perilla merah, serta acar fukujin guna mengimitasi digitalis. Untuk sisi gunung di Prefektur Shizuoka, gunakan brokoli guna merepresentasikan kebun teh Shizuoka yang terkenal. Tuangkan kari anggur merah di sisa bagian piring sebagai penyedap dan pemberi aroma.

Wilayah Hokkaido & Tohoku

Kari Kamakura: Tradisi di Wilayah Utara Jepang

Di bulan Februari setiap tahunnya, para penduduk Kota Yokote di Prefektur Akita merayakan tradisi kuno selama Festival Kamakura berlangsung. Kamakura adalah bangunan menyerupai igloo berukuran kecil dan nyaman yang terbuat dari salju padat. Para peserta festival menyukai tinggal di dalam lebih dari 100 kamakura yang tersedia di sekitar kota pada periode ini. Dalam kamakura tersedia minuman hangat dan kue nasi panggang yang disediakan oleh para warga kota yang ramah.

Guna mereka ulang suasana festival yang menyenangkan, letakkan nasi yang dibentuk seperti gundukan di atas kari putih. Setelah membuat pintu masuk kamakura, gunakan kuning telur yang telah direbus guna merepresentasikan cahaya lentera. Letakkan pasta goreng sebagai karpet di bawah sosok gadis yang terbuat dari telur puyuh dan sosis. Gunakan zaitun hitam sebagai pemanggang batu bara dan tempatkan di samping sang gadis, dan letakkan pasta goreng di atasnya sebagai rak. Selanjutnya letakkan dua mochi kecil di atas pemanggang. Taburkan bubuk keju di atas kari guna menggambarkan salju yang sedang turun.

Wilayah Kinki & Kansai

Kari Gundukan Lubang Kunci: Citarasa Bersejarah

Kita dapat menemukan gundukan berbentuk lubang kunci yang misterius ini di sebagian wilayah Kansai seperti Osaka atau Nara. Apakah sebenarnya gundukan ini? Anda mungkin akan terkejut dengan jawabannya. Gundukan-gundukan ini adalah salah satu jenis kofun, yakni sebuah tumuli Jepang kuno (gundukan makam), sangat populer di abad 3 hingga 7. Kofun dengan bentuk lubang kunci hanya terdapat di Jepang, dan hanya keluarga kekaisaran dan para bangsawan tertinggi sajalah yang dapat dimakamkan dalam kofun yang megah ini. Saat ini situs-situs kofun menjadi destinasi wisata yang populer berkat nilai sejarah dan keindahan yang dimilikinya. Meski merupakan gundukan makan kuno, tak sedikit orang yang memilih tempat ini sebagai lokasi piknik!

Untuk menciptakan kari ini, bentuklah nasi menjadi lingkaran dan segitiga lalu gabungkan keduanya di tengah piring. Letakkan daging cincang yang telah dibentuk pipih di atas lingkaran, dan horse mackerel goreng (aji, atau jenis serupa) di atas segitiga. Taburkan peterseli kering di atas gundukan. Untuk pepohonan hijau yang mengelilingi kofun, buat pasta dari bayam matang dan kentang tumbuk lalu posisikan di sekeliling pinggiran piring. Guna melengkapi penampilan, isi 'parit' nya dengan kari.

Wilayah Kyushu & Okinawa

Kari Jurang Takachiho: Monumen Alam Nasional

Takachiho memiliki peran dalam mitos dan legenda di Jepang sejak masa negeri tersebut berdiri, sebagaimana dijabarkan dalam dokumen sejarah tertua Jepang. Kala berkunjung ke lanskap hijau nan dramatis ini, kita bisa memahami mengapa para dewa dan dewi Shinto tertarik dengan tempat ini: keindahannya yang memukau. Berlokasi di Prefektur Miyazaki, Jurang Takachiho adalah jurang berbentuk V yang terbentuk sebagai hasil letupan volkano tua yang terletak di dekat Sungai Gokase. Para pengunjung dapat menggunakan perahu untuk menyusuri sungai dan mengagumi keindahan alamnya (karena area tersebut merupakan monumen alam nasional), juga memiliki salah satu dari air terjun paling spektakuler di Jepang.

Untuk mereka ulang tebing curam di jurang ini, gunakan nasi yang dicampur dengan teh hijau atau yukai furikake lalu buat dua gundukan di kedua sisi piring, hias menggunakan tangkai parselei dan bunga brokoli untuk menggambarkan pepohonan. Untuk membuat perahu, gunakan pembalut lumpia lalu buat perahu menggunakan hot dog. Jangan lupa isi jurangnya dengan kari untuk merepresentasikan Sungai Gokase.

Kari di Jepang?

Meski Jepang dikenal di seluruh dunia dengan menu sushi dan ramennya, Anda mungkin akan terkejut saat mengetahui bahwa bagi sebagian besar warga Jepang, kari merupakan menu yang sangat populer sebagai menu rumahan ataupun restoran sebagai salah satu comfort food. Meski kari India dan Thai juga sangat populer di Jepang, kari Jepang lah yang mendapat tempat di hati para warga Jepang hingga menjadikannya sebuah fenomena yang unik. Tidak terlalu pedas namun tetap mempertahankan rasa kari dengan rasa gurih yang menggugah selera, kari Jepang dapat ditemukan di hampir semua tempat di Jepang, dan bahkan kadang dinikmati bersama hidangan roti atau mie.

Setiap wilayah Jepang juga telah mengembangkan hidangan versinya sendiri, yang menghasilkan berbagai jenis kari yang dapat ditemukan di supermarket di Jepang. Mio Watanabe, seorang PR food coordinator yang dikenal oleh media Jepang dengan karya-karyanya yang inventif dan lezat, telah mengembangkan sebagian dari kari regional ini untuk menciptakan hidangan kari yang dapat Anda buat sendiri di rumah! Carilah bahan-bahannya di bagian menu Jepang di pasar swalayan di tempat Anda dan cobalah mereka ulang sejumlah lanskap Jepang yang ikonik ini menjadi sebuah hidangan yang unik dan menarik.